Senin, 23 Maret 2020

Globalisation, Global Governance & Covid-19


Pada hari Selasa, 24 Maret, 2020 seperti biasa di Mata Kuliah PKINT dilakukan secara Online melalui Google Meet. Pada kesempatan kali ini, kelas PKINT kedatangan tamu dari Mbak Anggia Utami Dewi, M.IS., kandidat Doktor di Seoul National University. Mbak Anggia membahas tentang Globalisasi & Global Governance serta kaitannya dengan Covid-19. Pada sesi awal, Mbak Anggia membuka sesi tanggapan terkait bahan bacaan yang sudah di share sebelum kelas dimulai, Artikel pertama mengenai perbedaan cara dan persepsi Negara USA dan Korea Selatan mengatasi Covid-19, kemudian yang kedua mengenai Covid-19 menempatkan Globalisasi di Unit Perawatan Insentif, Artikel terakhir membahas tentang kesuksessan Korea Selatan dalam mengatasi Covid-19. Dan yang terakhir Mbak Anggia juga melampirkan tulisan yang menarik dari penulis Yuval Noah Harari mengenai isu Covid-19 yang sedang terjadi saat ini. Tedy dan Saya memberikan tanggapan terkait artikel yang sudah dibaca sebelumnya, mengenai Persepsi yang berbeda dalam menghadapi isu Covid-19 oleh Negara maju vs Negara berkembang, kemudian Negara maju (Korea Selatan) vs Negara maju (USA). Ternyata setelah dibahas oleh Mbak Anggia memberikan sedikit penjelasan bahwa, masing-masing Negara memiliki tanggapan dan cara yang memang berbeda antar negara lain. Hal ini dikarenakan kebijakan dalam suatu pemerintahan yang bisa mempengaruhi tindakan serta aktivitas yang diterapkan oleh masyarakat. Seperti contohnya di Negara Korea Selatan yang dibahas oleh Mbak Anggia tidak ada menerapkan Lockdown tetapi secara tidak langsung masyarakatnya memiliki kesadaran sendiri, dan juga di Korea Selatan menerapkan kebijakan test secara massal untuk mengetahui seberapa banyak Warganya yang terkena virus tersebut. Dampak dari kebijakan tersebut, membuat warga negaranya lebih sadar dan mengetahui langkah apa yang harus dilakukan selanjutnya. Pak Adit juga menambahkan bahwa        Social Culture  mempengaruhi perilaku masyarakat juga. 
Sesi kelas online kali ini, dibuka juga dengan pembahasan Globalisasi dan Global Governanace yang diawali dengan pernyataan Mbak Anggia bahwa “Tidak ada perang konfrontasi fisik lagi, tetapi sudah masuk ke perang tanpa fisik”. Fenomena Globalisasi dan Global Governance ini dapat kita pahami dari segi fenomena sejarah yang terjadi dalam studi Hubungan Internasional di tahun 1900an, seperti adanya World War 1 & 2, Cold War dalam fenomena ini berusaha menegaskan bahwa hubungan antar Negara yang masing-masing saling menunjukan perilakunya melalui kebijakan, serta pergesekkan konflik yang sempat terjadi kemudian diakhiri dengan adanya dampak dari kerja sama dan hubungan saling membutuhkan hingga tercipta adanya interdependensi. Dari keseluruhan fenomena itu, terciptalah tatanan dunia baru seperti adanya Negara Utara-Selatan. Peralihan dari Globalisation ke Global Governance dapat ditekankan dari sisi High Politics vs Low Politics berupa organisasi seperti Marshall Plan yang dibentuk oleh Amerika Serikat sehingga aktivitas kebijakannya lebih didominasi oleh Amerika Serikat, maupun Bretton Woods yang awalnya dibentuk untuk menyelesaikan masalah-masalah ekonomi politik dan pembangunan dan akhirnya Bretton Woods gagal dalam melaksanakan tugasnya. Paparan tersebut menunjukkan adanya interdependensi Globalisasi dalam kasus kebijakan ekonomi yang kemudian berkaitan dengan kebijakan politik. 
 Pembahasan semakin menarik ketika melanjutkan pembahasan mengenai respon Negara-negara secara Global terkait isu Pandemic ini. Mbak Anggia memberikan responnya berdasarkan pengalamannya di Korea Selatan selain dilakukan test secara massal, juga sempat terjadi harga masker yang mahal, serta kelangkaan benda tersebut hingga jika ingin membeli hanya dibatasi 2 Masker untuk 1 minggu dan beli di tempat penjualan resmi seperti Apotek. Ada pernyataan menarik oleh Mbak Anggia “Jangan menunjukan kekhawatiran terlalu berlebihan tetapi boleh tetap waspada. Chaos itu sebagai bentuk responsif warga di Negara yang bersistem Demokratis terhadap kebijakan yang pemerintahan buat” yang pada akhirnya pemerintah berusaha membangun kepercayaan dengan masyarakatnya dengan cara memberikan instruksi atau arahan lebih lanjut seperti melalui kebijakan Lockdown , Test massal, ataupun Social Distancing yang kini telah diubah WHO menjadi Physical Distancing. Covid-19 ini mempengaruhi perubahan tatanan dunia dari segi kebijakan, cara interaksi antara Negara dan keterlibatan Organisasi dalam berkontribusi berupa Masker, Hand Sanitizer maupun penggalangan dana dalam menyukseskan pembuatan vaksin serta membantu rakyat dengan keadaan ekonomi kebawah. Akhir kata Mbak Anggia menyampaikan Lockdown isn’t the only one option to face Covid-19, hingga dapat disimpulkan masalah Pandemic Covid-19 ini bisa menyebar cepat tanpa batas oleh karenanya kita harus menguatkan solidaritas dan gotong royong untuk diselesaikan secara bersama-sama dimulai dari bagaimana cara kita sebagai agen generasi muda menyebarkan hal & informasi yang baik terutama yang berguna terkait bagaimana cara menghadapi Covid-19 tersebut.  

Sabtu, 23 Desember 2017

Antara Cinta dan Dewasa


-RA

Beberapa diantara mereka  berharap bahwa cinta membawa sebuah kebahagiaan . .
Beberapa diantara mereka berharap bahwa cinta adalah sebuah keajaiban . .
Dan bahkan,
Beberapa diantara mereka berharap bahwa cinta itu nyata.

Akan kuperlihatkan dimana rasa cinta itu ada,
Dimana rasa cinta itu tercipta dan dimana,, rasa cinta itu berkuasa.
Suatu ketika, saat rasa menerka-nerka hati tuk bicara namun mata tak mampu membaca ... inilah hal yang tak kau duga yang kau sebut dengan cinta.

Ia datang begitu saja, seolah menyapa tanpa henti tatapan sang pujaan hati . .
Rasa euforia samangat jiwamu bangkit dalam nadi .
Seakan tinggi kian menepi
Tiap hari terucap indah, kasih & sayang.

Kutahu, sulit rasanya menjaga hati . .
Memang aku bukan ahli dalam cinta, namun rasa-rasa tetap didamba.

Cinta tak dapat dibohongi,
Namun izin menyapa tuk berkata tetap luluh tanpa kita.

Berkata soal cinta lebih dalam . .
Pernah terpikir olehku,
Antara cinta dan dewasa tak dapat kupisahkan tanpa lara . .
Siapakah yg salah bila cinta dituduh dalam cerca.
Siapakah yg salah bila cinta dikata dalam tinta.
Siapakah yg salah bila cinta dicipta dalam kita.

Kini kuperlihatkan, bahkan tak seorangpun luluh oleh rasa . . Sekalipun orang Dewasa ia akan 'Tetap' terluka akan cinta.

Arti makna kata tentang Cinta kali ini, ku maknai dengan akhiran bahwa kita tak butuh dewasa dalam 'Cinta' . .
Namun, ,

C.I.N.T.A itulah dengan iringan waktu yang ada akan membentuk kedewasaan kita.

-RA

Kamis, 21 Desember 2017

Hujan bulan Desember

Hari ini, Hujan turun lagi . .
Membasahi setiap pesona keindahannya yang berwujud..
Seakan tiada tara membeku harapan ditiap-tiap insan yang bernyawa . .
Hari ini,Hujan turun lagi . .
Ntah berapa kalipun aku coba menahan, namun ciptaannya miliki zat berwarna ganda, tak beurai namun pasti menyatu dalam harapan tiap-tiap yang tak kuasa.

Terimakasih rembulan warna langit nan indah yang masih mampu menahan rasa tuk menjadi teman bercerita hingga detik menanti . .
Ku tahu tak banyak hal yang bisa ku ceritakan pada sang pemuja . .
Berdansa dalam romantika senjata . .
Menikmati senja sesak penuh dosa . .
Terlintas air mata dalam Doa . .

Insan yang kutatap penuh harap, . .
Kuharap menggoda jiwa yang membara, selama ini hingga desember hujan terus turun menghampiri hingga dorongan menciptakan prosa nan indah jadi hal sia-sia.

Maaf bila kata ini penuh makna,
Karna aku tak mampu berucap tapi tak teringat oleh rasa yang menjala...

Pontianak 21 Desember
Disudut gelap cahaya..

Selasa, 18 Juli 2017

GOOD NEWS! FOR YOU GUYS AS A NEW STUDENT IN TETRA PONTIANAK

[EC4STERS OPEN RECRUITMENT 2017]

"Language shouldn't be a barrier, instead it could take us higher than the place we were before." English is globally use as the way to communicate in the world who are now globalize and less boundaries than before. EC4sters aims to develop each of its members to communicate way better passionately through the divisions we have, which are: Debate, Story Telling, Speech, and the most important part we will learn english and use it for our lives.
There is no strict requirements to regist yourself. You just need to be: student of senior high school number 4 Pontianak/Tetra Pontianak, eager to learn as well as taking challenges, passionate to discuss issues and have great motivation to develop yourself!
We are highly encourage you to apply before July 27th by contacting our contact person as attached in the poster (you can ask any questions regarding ec4sters privately with them😃)
We are looking forward to meet you to be a part of our families❤
--
"Bahasa seharusnya tidak menjadi batasan, melainkan dapat membawa kita ke tempat yang lebih tinggi dari yang sebelumnya." Bahasa Inggris umum digunakan untuk berkomunikasi di dunia yang semakin maju dan menipisnya batasan. EC4sters bertujuan mengembangkan tiap anggota untuk berkomunikasi lebih baik melalui divisi yang ada didalamnya, yakni: Debat, Bercerita, Berpidato dan terutama belajar bahasa Inggris untuk digunakan sehari-hari.
Tidak ada aturan ketat untuk mendaftar. Kamu hanya perlu menjadi: siswa/i SMAN 4 pontianak, berkeinginan untuk belajar dan menerima tantangan, bergairah untuk berdiskusi dan mempunyai motivasi untuk mengembangkan diri!
Pendaftatan ditutup pada tanggal 27 Juli 2017. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi CP di poster diatas.
Kami nantikan kamu untuk menjadi bagian keluarga kami❤

#TETRA #SMAN4Pontianak #SMAN4PTK

Minggu, 30 April 2017

April's moment

Note :
Last surprise I got it from my best friends, firstly I don't think they will give me a surprise because I think they are so busy with their activity so I don't think to hope get some surprise. But, infact they still want to create this small party for me and give their free time just for me. This moment very precious for me... Thankyou so much guys I love you♡♡♡♡♡♡♡♡♡ Since 2013 untill Now... 2017
Hope we will stay Together good luck!

Minggu, 27 November 2016

Aku.

Aku hanyalah anak yang berjua dalam mimpi. .
Aku berjuang dan kuterjang dalam peperangan..
Aku berperan kecil dalam Indonesia ku.

Sebesar ciutan pupus kau beri padanya
Hanya yang bertanda kau lirik
Apalah arti diriku yang tanpa tanda...

Kata orang TERfavorit
Kata orang BERtanda
Kata orang BERnuansa  ..

Aku dengan segala mimpiku, ..
Tetap ku perjuangkan hingga detak jantung tak bernadi.

Minggu, 20 November 2016

Sahabat SMA

Jakarta, 19'Nov 2016 . . .
Sahabat,
Teman seperjuangan.. melatih keluh kesal dengan menahan nafsu amarah.
Yah dia ada sahabat ku sebangku pula namanya Ade sulastri perempuan kelahiran tahun 2000 bulan oktober ini sepekan lalu bertanding di Kota metropolitan..
Diseberang sana' ia menguatkan seluruh nadinya demi memetik hasil yg tak terkira...
Selamat sobat kali ini kau berhasil 'Lagi'.
Tetap smngat berjuanglah terus hingga umpama akhir tua mu berkesan.
Dan ingatlah selalu pada-Nya dan tetap rendah hati♥  ^^
'Melihat masa Depan . . .'
R.A.

Jumat, 18 November 2016

Kekasih orang

Hai pujangga, tak bersapa. . .
Bersahutan dalam pekik nadi
Melirik kekasih orang sana'

Senandung cinta menelan hasrat
Membakar jiwa tuk memiliki
Kuterjang rasa hati
Tanpa sadar menaungi

Hai pujangga, tak bersapa . . .
Kenalkan aku gadis desa
Sang penyuka tak bermakna

Sekalipun kekasih orang
Kurambat tanpa nama ...

R.A.

Rabu, 16 November 2016

Corak mimpi

Dunia tanpa batas diseberang sana'
Dunia fana penuh mimpi serta cita
Dimensi yang indah tanpa ruang dan waktu . .

Pergerakan aksi anak negeri,
Menjulang semakin tinggi..
Meraup puncak kejayaan . .

. . .
Atap rapuh, berbolong pula
Tak sedikitpun menciut nadi ini
Tuk mengepul ilmu tanpa batas ..

Bekal tuk jadi pemimpin negeri.

R.A.

Selasa, 15 November 2016

Guncangan

Saat ini masa yang sulit
Sulit ditebak
Sulit dijelaskan
Sulit diperjuangkan

Khayalan semakin dekat
Musuh bak kekuatan yang meningkat
Terpikul beban dihasrat yang semakin menyayat secara perlahan..

Dan, . .

Nafasku terhenti sejenak,
Dikala aku berpikir menyerah
Namun, hentaian nafas menamparku


Ini hidup . . Bukan hanya senang yang kudapat
Masa sulitlah yang mendidikku menjadi insan bermakna.

R.A.

Minggu, 13 November 2016

Realita

Serasa diujung tanduk,
Ingin pergi hingga mati
Angin berhembus menghampiri
Tak kalah ku menghindar
Meratapi lebih dalam kediamanku ..

Bertempuh dalam diam
Cekikikan dalam kedimensian
Dilabui musuh baru terdiam
Rintihan menjadi pegangan

Terdengar namun tak teramal
Penghujat rasa kebencian
Terlalu tajam menghantam

Berjuang ananda diseberang sana'
Tuk pikul beban, menghasilkan hasrat penuh makna ..

Teruntuk negeriku, ini realita hidup..

Globalisation, Global Governance & Covid-19

Pada hari Selasa, 24 Maret, 2020 seperti biasa di Mata Kuliah PKINT dilakukan secara Online melalui Google Meet. Pada kesempatan kali ini, k...